Eks pemain Juventus yang Jadi Pelatih Top Liga Eropa

Siapa sih yang tidak kenal sama tim sepakbola juventus, yang mempunyai ke populeran dan mempunyai banyak gelar, dan ternyata bukan hanya tim juventus saja yang populer dan bergelar, ternyata para mantan pemain juventus pun memiliki kepopuleran dan memiliki gelar yang sangat TOP sebagai pelatih di liga eropa. 

Berikut, eks pemain Juventus yang menjadi pelatih top di liga eropa.

http://www.terbaruz.com/2017/05/eks-pemain-juventus-yang-jadi-pelatih.html


Antonio Conte

Sebagai kapten Juventus ketika masih aktif bermain, membuat Antonio Conte memiliki jiwa kepemimpinan yang disegani. Conte mengawali kariernya sebagai pelatih dengan menangani Arezzo di divisi Serie B pada 2006 hingga 2007.

Pada pertengahan Serie B musim 2007/08, Conte direkrut Bari untuk menggantikan Giuseppe Materazzi. Dan musim berikutnya Conte sukses mengantarkan Bari menjuarai Serie B, sekaligus membawa Bari promosi ke Serie B.

Namun, setelah itu Conte hijrah ke Atalanta, dan kemudian ke Siena, hingga pada akhirnya menangani klub kesayangganya Juventus pada musim panas 2011.

Kehadiran Conte di Juventus membuat klub kebanggaan kota Turin itu kembali bersinar. Pada musim pertamanya, Conte membawa Bianconeri menjadi juara tidak terkalahkan di Serie A. Lalu dia juga merengkuh Scudetto musim 2012/13 dan 2013/14, serta Piala Super Italia 2012 dan 2013.

Setelah tiga tahun membawa Juventus ke puncak kejayaan di Italia, Conte diminta menangani Gli Azzurri yang terpuruk pada Piala Dunia 2014 di Brasil. Conte akan membawa tim nasional Italia untuk berkiprah pada Euro 2016 di Prancis.

http://www.terbaruz.com/2017/05/eks-pemain-juventus-yang-jadi-pelatih.html


Didier Deschamps

Karier Didier Deschamps sebagai pelatih bisa dibilang sangat mulus. Ketika memutuskan gantung sepatu pada musim panas 2001, Deschamps langsung ditawari jabatan pelatih tim utama di AS Monaco, dan mempersembahkan Piala Liga Prancis pada 2003, serta membawa Monaco ke final Liga Champions musim 2003/04.

Setelah vakum selama satu musim, Deschamps menangani Juventus di Serie B pada musim 2006/07. Sayang, setelah membawa Bianconeri menjadi juara Serie B dan membawa timnya promosi ke Serie A, Deschamps tidak memperpanjang kerjasamanya dengan Juventus.

Kemudian, Deschamps melatih Olympique Marseille pada periode 2009 hingga 2012. Bersama Marseille, Deschamps merengkuh gelar juara Ligue 1 musim 2009/10, juara Piala Liga Prancis 2010, 2011, dan 2012, serta Trophee des Champions pada 2010 dan 2011.

Kini, sejak Juli 2012, Deschamps dipercaya menangani tim nasional Prancis. Dan akan membawa Les Bleus di Euro 2016, di mana mereka menjadi tuan rumah.

http://www.terbaruz.com/2017/05/eks-pemain-juventus-yang-jadi-pelatih.html


Paulo Sousa

Layaknya ketika menjadi pemain, Paulo Sousa melanglang buana saat menjalani profesinya sebagai pelatih. Pria asal Portugal itu pernah melatih Queens Park Rangers, Swansea City, dan Leicester City di tanah Ratu Elizabeth II sejak November 2008 hingga Oktober 2010.

Lalu, Sousa juga sempat mencari nafkah di klub asal Hungaria, Videoton, pada Juni 2011 hibngga Januari 2013, di mana dia mempersembahkan Ligakupa Hungaria pada musim 2011/12. Kemudian merengkuh Liga Primer Israel musim 2013/14 saat melatih Maccabi Tel Aviv, dan Liga Super Swiss musim 2014/15 saat menukangi FC Basel.

Setelah melanglang buana, Sousa kembali ke negeri pizza, Italia. Pelatih 45 tahun itu menangani Fiorentina, dan tampil mengejutkan di mana La Viola kini berada di posisi kedua klasemen sementara Serie A pada musim 2015/16.
http://www.terbaruz.com/2017/05/eks-pemain-juventus-yang-jadi-pelatih.html


Filippo Inzaghi

Sama halnya dengan rekan-rekan setimnya di Juventus pada era 1990-an, Filippo Inzaghi mengawali kariernya sebagai pelatih dari tim junior. Setelah pensiun pada musim panas 2012, Inzaghi dapat pekerjaan sebagai pelatih AC Milan Primavera pada 2013.

Satu musim menjadi pelatih Milan Primavera, Inzaghi secara mengejutkan ditunjuk menjadi pelatih tim utama Milan pada 2014, menggantikan rekan setimnya di Rossoneri, Clarence Seedorf.

Namun, kariernya saat menjadi pelatih di San Siro tidak setajam saat menjadi striker. Inzaghi dipecat ketika musim 2014/15 selesai, dan mencatat 14 kemenangan, 13 imbang, dan 12 kalah dari 39 pertandingan bersama Milan.

http://www.terbaruz.com/2017/05/eks-pemain-juventus-yang-jadi-pelatih.html


Eugenio Corini

Eugenio Corini tidak lama memperkuat Juventus, yakni pada musim 1990/91 dan 1991/92. Namun, Corini menjadi salah satu pemain andalan Giovanni Trapattoni di lini tengah Juventus.

Bermain hingga usia 39 tahun, Corini pun memiliki segudang pengalaman. Pemain yang menjadi legenda Chievo Verona itu memulai kariernya sebagai pelatih di Portosummaga, sebelum menangani Crotone untuk musim 2010/11.

Setelah itu Corini menjadi pelatih Frosinone dan menangani klub kesayangannya Chievo selama dua periode, 2012-2013 dan 2013-2014. Sayang, kariernya sebagai pelatih tidak cemerlang.

http://www.terbaruz.com/2017/05/eks-pemain-juventus-yang-jadi-pelatih.html



Gianluca Vialli

Gianluca Vialli mencapai puncak kariernya sebagai pesepakbola bersama Juventus. Namun, pemain yang turut andil saat Bianconeri juara Liga Champions musim 1995/96 itu menutup kariernya sebagai pesepakbola bersama Chelsea.

Alhasil, ketika pensiun, manajemen The Blues menawari pemain yang terkenal dengan kepala plontosnya itu sebagai manajer Chelsea. Meski menjadi manajer Chelsea selama dua tahun, yakni dari 1998 hingga 2000, prestasi Vialli cukup membanggakan.

Sebagai manajer, Vialli mempersembahkan gelar Piala FA, Piala Liga, Piala Charity Shield, Piala Winners, dan Piala Super Eropa.

Usai dari Chelsea, Vialli menangani Watford pada musim 2001/02. Sayang kariernya bersama The Hornets tidak secemerlang saat di Stamford Bridge.

http://www.terbaruz.com/2017/05/eks-pemain-juventus-yang-jadi-pelatih.html

Ciro Ferrara
 
Karier kepelatihan Ciro Ferrara diawal ketika Marcello Lippi menangani tim nasional Italia. Usai pensiun pada musim 2004/05, Lippi merekrut Ferrara untuk menjadi asistennya di Gli Azzurri yang akan tampil pada Piala Dunia 2006.

Hasilnya cukup mengejutkan, Ferrara sukses membantu Lippi dalam mengarsiteki Italia menjadi juara Piala Dunia di Jerman tersebut. Namun, meskipun Lippi mundur dari timnas Italia, Ferrara tetap menjadi asisten pelatih di Gli Azzurri hingga 2009.

Ferrara memutuskan mundur sebagai asisten pelatih di timnas Italia setelah Juventus menawarinya jabatan pelatih kepala di Turin. Sayang karier pria 48 tahun itu tidak lama di Juventus, di mana dia dipecat dan digantikan oleh Alberto Zaccheroni sebelum musim 2009/2010 selesai.

Setelah dari Juventus, pemain yang sempat merumput bersama Diego Maradona di Napoli itu mendapat tawaran melatih timnas Italia U-21. Setelah itu, juga sempat menangani Sampdoria pada 2012.

http://www.terbaruz.com/2017/05/eks-pemain-juventus-yang-jadi-pelatih.html


Zinedine Zidane

Zinedine Zidane mulai bergelut dengan kepelatihan ketika Real Madrid ditukangi oleh Jose Mourinho. Meskipun awalnya bekerja sepagai direktur olahraga Los Blancos, pemain yang akrab dipanggil Zizou itu baru menjadi asisten pelatih saat Madrid dilatih mantan pelatihnya di Juventus, Carlo Ancelotti.

Setelah setahun menjadi asisten pelatih Ancelotti, Zidane diberi kepercayaan untuk menangani Real Madrid Castilla pada Juni 2014. Namun, seiring dipecatnya Rafael Benitez dari pelatih tim utama Madrid, Presiden Florentino Perez memberikan kepercayaan kepada Zidane untuk menjadi pelatih utama.





EmoticonEmoticon