Saturday, May 13, 2017

Juventus Selangkah Lagi di Final Liga Champions 2017

ads 1
ads2
Dua gol kemenangan Juventus ke gawang AS Monaco dalam laga semifinal pertama ini diciptakan oleh Gonzalo Higuain pada menit ke-29 dan 59'.

Sepasang torehan bomber berusia 29 tahun itu tercipta berkat kerja samanya dengan Dani Alves. Hasil ini membuat langkah Juve lebih ringan saat ganti menjamu Monaco di leg kedua, Selasa (9/5/2017).

Meski ibarat menaruh satu kaki di final, Allegri memperingatkan pasukannya agar tak terbuai dengan keuntungan tersebut.

"Saya memberikan ucapan selamat kepada para pemain. Sungguh laga yang tak mudah. Monaco punya kualitas teknik yang bagus. Bagaimanapun, tugas kami belum selesai," ujar Allegri.


http://www.terbaruz.com/2017/05/juventus-selangkah-lagi-di-final-liga.html


"Monaco akan datang ke Turin tanpa membawa beban. Masih ada partai kedua yang harus dimainkan dan itu berarti pertandingan serius," kata pelatih berusia 49 tahun itu.

Kendati Juventus mampu mencetak dua gol ke gawang Monaco, Allegri menyoroti sejumlah hal yang mesti diperbaiki pasukannya.

Dia memuji kontribusi kapten Gianluigi Buffon yang tampil prima mencegah gawangnya kebobolan. Kiper berusia 39 tahun itu melakukan lima penyelamatan.


http://www.terbaruz.com/2017/05/juventus-selangkah-lagi-di-final-liga.html


"Kami mengawali laga secara sangat baik, tetapi kemudian melakukan sejumlah kesalahan. Buffon membuat penyelamatan hebat saat kedudukan masih 0-0. Dalam laga penting seperti ini, dia selalu menunjukkan diri sebagai yang terbaik di dunia," kata Allegri.

"Setelah mencetak gol, baru kami bisa sedikit bermain nyaman dan tidak kecolongan lebih banyak. Para pemain kami menjalani musim yang hebat. Agar membuatnya luar biasa, tim harus kalem dan tetap terfokus," ucapnya.

Dalam pertandingan ini, Allegri menurunkan susunan tak biasa. Ia menaruh Juan Cuadrado di bangku pemain cadangan pada menit awal.

Sebagai gantinya, Allegri memasang Dani Alves sebagai winger ofensif di sisi kanan. Adapun sektor bek sayap kanan milik Alves ditempati palang pintu gaek, Andrea Barzagli (35).

Eks pelatih AC Milan dan Cagliari itu pun menjelaskan pilihannya.

"Sangat simpel. Karena Sami Khedira terkena skors dan Monaco berbahaya dalam serangan balik, saya butuh pemain yang bisa melakukan pencegahan dalam mengawal musuh. Saya perlu pemain yang kuat di udara seperti Barzagli," katanya.

Strategi itu terbukti ampuh. Mesin gol Monaco yang menciptakan 100 gol lebih musim ini dipaksa berhenti beroperasi.

Untuk kali pertama sejak 26 November 2015, Monaco gagal mencetak gol di markasnya, Stadion Louis II.



ads3

0 comments:

Post a Comment